Kamis, 03 Oktober 2013

Hari Terakhir 10 Pasang Cawako Daftar ke KPU

Hari Terakhir 10 Pasang Cawako Daftar ke KPU

Pendaftaran pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Padang baik jalur partai politik (parpol) dan independen ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang berakhir, kemarin (5/7). Tercatat 10 pasangan bakal cawako dan cawawako baik independen maupun parpol mendaftar. 
Ke-10 pasangan itu, Mahyeldi-Em­zalmi (PKS-PPP), Maigus Nasir-Armalis (independen), Indra Jaya-Jefri Hendri Darmi (independen), Kandris Asrin-Indra Dwipa (independen), Desri Ayunda-James Hellyward (independen+PDIP).

Kemudian, Syamsuar Syam-Mawardi Nur (independen), Asnawi Bahar-Surya Budhi (independen), Emma Yohanna-Wahyu Iramana Put­ra (Gol­kar-PBB), Ibrahim-Nardi Gusman (in­de­penden) dan M Ichlas El Qudsi-Januardi Sumka (Demokrat-PAN) (lihat grafis).

“Kami telah menerima pendaftaran 10 pasangan. Bagi pasangan yang kurang persyaratan akan diminta untuk me­lengkapinya,” kata Ketua KPU Padang, Alison kepada wartawan, usai pen­daftaran di kantor KPU Padang, ke­marin.

Alison mengakui dari 10 pa­sangan balon ini, hampir semua memiliki kekurangan dalam persyaratan. Meski be­gitu, tidak ada pasangan calon yang pendaf­tarannya ditolak. Sebab, syarat yang kurang itu masih bisa dilakukan tahapan perbaikan.

“yang banyak kurang itu berupa surat keterangan tidak valid dari Pengadilan Niaga, ti­dak menunggak pajak, tidak per­nah dihukum lima tahun pen­jara, bahkan legalisir ijazah ma­sih banyak yang belum dileng­kapi,” sebut Alison seraya me­nga­ta­kan bagi pasangan parpol dapat melengkapi berkas mulai 15 sampai 21 Juli mendatang.

Kejadian Aneh
Di hari terakhir pendaftaran, teka-teki koalisi pasangan calon yang diusung partai politik terjawab sudah. Seperti dipre­diksi sebelumnya, Koalisi Gol­kar-PBB mengusung Emma Yohana (anggota DPD)-Wahyu Iramana Putra (ketua DPD Par­tai Golkar Padang) dan Koalisi Demokrat-PAN mengusung M Ichlas El Qudsi (anggota DPR)-Januardi Sumka (ketua DPC Partai Demokrat Padang).

Sedangkan Hanura dan Ge­rin­dra tidak menentukan sikap koalisi. Sementara PDI Per­juangan akhirnya mengusung pasangan independen Desri Ayunda-James Hellyward.

“Kami mendukung pasa­ngan Desri-James karena visi misi pasangan ini sesuai dengan PDIP. Bukti dukungan itu akan kita serahkan besok (hari ini, red),” tutur Sekretaris DPC PDIP Padang, Albert Hendra Lukman.

Sementara itu, pasangan Michel-Januardi mendatangi kantor KPU Padang sekitar 45 menit sebelum pendaftaran ditutup pukul 16.00. Saat itu, tampak hadir Ketua DPW PAN Sumbar Asli Chaidir, Ketua DPD PAN Padang Fauzi Bahar beser­ta anggota DPD PAN lainnya. Begitu juga di Demokrat, ang­gota dan kader juga hadir me­ngantarkan ketua DPC Demok­rat Padang mendaftar.

Sebelumnya, disebut-sebut tubuh DPD PAN Padang terjadi perpecahan antara pendukung Michel dan Fahmi Bahar. Ditam­bah lagi, ada dua surat dari DPP PAN yang menyatakan mengu­sung tokoh berbeda. Pertama dimiliki Ketua DPD PAN Pa­dang, Fauzi Bahar. Dalam surat kepu­tu­san bertanggal 4 Juli yang di­tan­datangani oleh Wakil Ketua Umum DPP PAN, Dradjad Wi­bo­wo dan Wakil Sekretaris Umum, Aziz Bekti. Surat ter­sebut menyatakan DPP merestui Fah­mi Bahar sebagai calon dari PAN untuk maju dalam Pilkada Padang.

Surat kedua dari DPP PAN menyatakan hal yang berbeda. Dalam surat tersebut dinyatakan kalau DPP PAN merestui M Ichlas El Qudsi dan Januardi Sumka. Surat tersebut menya­takan surat sebelumnya dan surat ini ditandatangani oleh Ketua Umum PAN Hatta Rajasa.

Ketika ditanyakan hal ini ke Fauzi Bahar, dia mengelak be­lum menerima surat tersebut dan tidak mengetahuinya. “Saya belum terima, akan saya cek dulu,” ujarnya sebelum masuk ke ruang pendaftaran calon.

Ketua DPW PAN Sumbar, Asli Chaidir membantah. “Tidak ada perpecahan, semuanya ber­jalan dengan baik. Buktinya kader datang untuk mengusung calon ini,” ucapnya.

Sedangkan Hanura yang sebelumnya mendukung Fahmi Bahar, batal memutuskan sikap koalisi. Ketua DPC Hanura, Yendril awalnya mengisi buku pendaftaran ke KPU Padang atas nama Fahmi Bahar sebagai cawako sekitar pukul 15.45, sebelum pasangan Michel-Ja­nuar­di Sumka mendatangi KPU. Namun, Yendril tidak mengsisi nama wakil wali kota. Bahkan alamat, nomor HP juga tidak diisi dan tidak ditandatangani.

Melihat hal itu, panitia pen­daftaran bingung dengan sikap Yendril. Begitu melihat Wako Fauzi Bahar tiba, KPU menduga nama cawawako akan diisi oleh Fauzi Bahar atas nama Yendril. Namun, Fauzi Bahar ketika itu tampak menelepon seseorang yang dalam percakapannya membahas sosok yang akan didukung sebagai cawako.

Usai menelepon, Fauzi Ba­har langsung mencoret na­ma Fahmi Bahar dan menu­liskan nama Michel sebagai cawako yang didukungnya.

Ketua DPC Hanura, Yen­dril belum mau menjawab perta­nya­an wartawan ketika ditanya­kan koalisi partai yang dipimpinnya.

Secara terpisah, Ketua DPC Gerindra Padang, Afrizal mene­gaskan belum ada calon yang didukung. “Kami masih melihat apakah pasangan mana yang di­inginkan masyarakat,” se­butnya.

Pasangan lainnya yang men­daftar adalah Emma Yohana-Wahyu Iramana Putra dan Ib­rahim-Nardi Gus­man. (padek)